[diposting dari answeringfaithfreedom]
1. QS 7:157-158
Saya lihat tidak ada yang bermasalah dengan ayat-ayat ini.. hanyak orang-orang yang tidak tahu bahasa saja yang tidak bisa memahami ayat-ayat ini, sehingga menyudutkan Nabi Muhammad yang Ummi (yang menurutnya ummi itu tidak hanya buta huruf).
Arti ummi, semua sepakat ummi adalah orang yang buta huruf, tidak tahu membaca dan menulis. ingat, artinya tidak tahu baca tulis…
157. (yaitu) orang-orang yang mengikut rasul, nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka[574]. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka Itulah orang-orang yang beruntung.
2. QS 3:20
20. Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), Maka Katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku”. dan Katakanlah kepada orang-orang yang Telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. jika mereka masuk islam, Sesungguhnya mereka Telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, Maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). dan Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.
Pada ayat ini jelas menyatakan bahwa yang dimaksud dari Ummi adalah orang yang tidak tahu baca tulis. Tidak ada penjelasan bahwa Ummi itu telah diberi al-Kitab atau tidak diberi Alkitab. Rasulullah Saw., di turunkan al-Qur’an tetap saja disebut ummi. Ummi itu sifatnya tetap tidak bisa baca dan tulis. Tidak bisa baca tulis bisa menimpa siapa saja. Baik ia beriman ataupun kafir. Diberi al-Kitab atau tidak diberi Al-Kitab. Contohnya seperti yang ditulis sendiri pada QS. 2:78
78. Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga.
orang-orang yahudi yang menerima al-kitab tapi tidak bisa baca tulis sehingga mereka tidak bisa memahaminya. Jelas makna ummi yang berarti orang yang tidak mendapatkan al-Kitab terbantahkan. Dan tidak memiliki dasar.
ayat ini perintah yang ditujukan kepada Rasulullah untuk berda’wah kepada kaum ahli kitab dan orang-orang arab. Karena orang-orang arab mayoritas tidak bisa membaca dan menulis. dan ini terjawab pada QS 3:75 yang kata Ummi tersebut diperuntukan kepada orang-orang arab.
75. Di antara ahli Kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: “Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka Mengetahui.
3 QS 3:75
75. Di antara ahli Kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: “Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi. mereka Berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka Mengetahui.
Ayat ini juga tidak bisa dikatakan bahwa Ummi adalah orang fasik!! Hanya orang yang goblok yang memahami dari ayat ini Ummi berarti orang fasik. Penyebutan Ummi ini diperuntukan kepada orang arab, karena mayoritas orang arab pada saat itu tidak bisa baca tulis. Termasuk Rasulullah Saw., sendiri tidak bisa baca tulis. Maka disebut orang Arab itu orang-orang yang ummi. Ummi tidak berarti orang fasik.
4. QS. 62:2
2. Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan hikmah (As Sunnah). dan Sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,
Orang yang goblok dan tololah yang mengartikan Ummi pada ayat ini adalah ummi = orang yang tidak mengerti Alkitab/orang fasik/kafir. Memang begitulah orang-orang yang sangat cetek ilmunya tidak bisa memahami Al-Qur’an, jangankan berbahasa arab yang terjemahan saja tidak bisa. Ummi itu tetap berarti tidak bisa baca tulis (buta huruf). Bisa menimpa siapa saja, baik yang mukmin maupun kafir, ayat ini jelas Ummi menimpa kepada orang orang yang belum beriman (tersesat).
kita tentunya dapat memahami , seorang yang buta huruf, ditambah lagi tidak diturunkan wahyu atau tidak dibimbing oleh Rasul, tentunya akan tersesat. Dan di sini Rasulullah diutus untuk membacakan ayat-ayat kepada mereka dan mengajari mereka. Di akhir kalimat di ayat sudah jelas disebutkan, “Sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”. Baca kalimat “sebelumnya” mereka yang buta huruf dulunya pasti berada dalam kesesatan. Karena tidak bisa baca tulis, tidak bisa mengkaji mana yang salah mana yang benar.
di situlah tugas Rasulullah untuk menyelamatkan mereka. Menujukan mereka jalan yang lurus.
Dan Rasulullah jelas tidak termasuk orang-orang ummi yang dimaksud, karena Rasulullah telah diberi petunjuk diberi wahyu. Sehingga beliau tidak tersesat sebagaimana orang-orang ummi lainnya karena beliau diberi wahyu.
5. QS. 2:78
78. Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka Hanya menduga-duga.
Yang kelima juga sama.
Di sini sangat jelas arti ummi adalah orang yang tidak bisa baca tulis. Karena tidak bisa baca tulis, makanya tidak mengetahui isi al-Kitab. Yang mereka tahu apa?, tahunya mereka hanya menduga-duga, mendongeng. Apakah ummi di sini berarti pendongeng??? Jelas tidak..
Apalagi konteks ayat ini ditujukan kepada orang Yahudi.
Kesimpulan:
1. Ummi tetap berarti : orang yang tidak bisa baca tulis.
2. ummi bisa menimpa siapa saja, baik ia orang yang beriman, kafir, musyrik, di beri al-Kitab ataupun tidak diberi al-Kitab.
3. jadi seorang yang disebut Ummi tidak bisa dikatakan ia telah beriman, atau ia kafir, atau ia musyrik dan lain-lain. Ummi ya Ummi tidak tahu baca tulis.
4. Nabi Muhammad yang Ummi, jelas berarti Nabi yang tidak tahu baca tulis.

