
Domain dalam huruf Cina permudah browsing bagi warga negara itu
China.- Browsing di internet akan segera menjadi lebih mudah bagi warga Cina karena nama-nama domain yang ditulis dengan huruf Cina sudah disetujui.
Pengawas alamat di internet Icann, telah menyetujui pembentukan domain yang hanya menggunakan huruf-huruf Cina.
Keputusan itu merupakan kelanjutan karya sebelumnya untuk menciptakan nama-nama domain internasional (IDN) dengan menggunakan huruf-huruf yang bukan latin.
IDN pertama adalah bagi naskah-naskah dalam bahasa Arab dan Mesir dan Arab Saudi serta Uni Emirat Arab menjadi negara-negara pertama yang mendaftarkan domain dengan menggunakan huruf Arab.
Icann mengatakan perusahaan-perusahaan di Cina, Hong Kong, dan Taiwan akan segera mengeluarkan domain bagi orang-orang dan organisasi dalam negara mereka yang ditulis semuanya dalam huruf Cina.
“Seperlima penduduk dunia berbicara bahasa Cina dan ini berarti kami meningkatkan potensi akses ke internet bagi sekitar satu milyar orang,” kata Ketua Icann, Rod Beckstrom, dalam sebuah pernyataan.
Pertemuan Icann
Seperlima penduduk dunia berbicara bahasa Cina dan ini berarti kami meningkatkan potensi akses ke internet bagi sekitar satu milyar orang.
Rod Bekstrom
Bekstrom menambahkan keputusan itu sedikit menjawab kontradiksi bahwa 60% pengguna internet adalah bukan orang yang berbahasa Inggris walau bahasa yang paling banyak digunakan di internet adalah bahasa Inggris.
Ini dikarenakan ketika sistem nama domain dibentuk alamat-alamat yang terkenal seperti .com maupun .co.uk, misalnya, hanya ditulis dalam huruf Latin.
Namun kini diusahakan untuk menggunakan campuran huruf latin dengan huruf-huruf bahasa lokal.
Beckstrom mengatakan kerja bertahun-tahun Satuan Tugas Khusus Teknisi Internet telah memungkinkan penggunaan domain ditulis sepenuhnya dalam satu naskah.
Icann mengatakan IDN dalam 20 bahasa sedang dipersiapkan dan huruf bahasa Thailand dan Tamil diperkirakan akan segera menyusul.
Berita mengenai keputusan ini dikeluarkan pada pertemuan Icann internasional yang ke 38 di Brussels dari tanggal 20-25 Juni.
Dalam pertemuan yang sama domain .xxx -yang diperuntuhkkan bagi situs-situs porno- juga disetujui.

