• Aisyah r.a. meriwayatkan,
”Sungguh, tempat tidur Rasululluh saw. terbuat dari kulit binatang yang dijejali sabut.”
(HR Tirmidzi, Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)
• Muhammad bm Ali bin Husain meriwayatkan,
“Seseorang bertanya kepada Aisyah r.a. ‘Seperti apa tempat tidur Rasulullah?’
Ia menjawab, ‘Terbuat dari kulit yang dijejali sabut’
Seseorang bertanya kepada Hafshah, ‘Seperti apa tempat tidur Rasulullah di rumahmu?’
Ia menjawab, ‘Kain mori yang kami lipat dua kali, hingga beliau tidur di atasnya. Pada suatu malam, saya beranggapan bahwa jika saya melipatnya empat kali, niscaya tempat tidur itu menjadi empuk. Maka kami pun melipatnya empat kali. Namun saat terbangun, beliau pun bertanya, ‘Apa yang kalian sediakan untuk tempat tidurku tadi malam?’
Kami menjawab, ‘Itu memang tempat tidur engkau, hanya saja kami melipatnya empat kali supaya lebih empuk’
Maka Rasulullah bersabda, ‘Kembalikanlah seperti semula! Karena kempukkannya telah menghalangiku untuk melaksanakan shalat malam’. (HR Tirmidzi)

