Bab III: Saat Bi’tsah Yang Mendebarkan
Published Thursday, February 4, 2010 By admin. Under Sejarah Hidup Nabi
Pergeseran norma kehidupan masyarakat Arab yang kian terreduksi bahkan dari nilai-nilai universal, semakin membuat keadaan Mekah, kota tua itu menjadi kacau balau. Suku suku berkuasa yang telah berubah menjadi tuan tanah yang serakah, seenaknya saja menggusur dan merampas hak-hak anak yatim dan kaum duafa. Kemurah hatian yang dulu menjadi ...
Bab III: Sumpah Setia Para Ksatria
Published Thursday, February 4, 2010 By admin. Under Sejarah Hidup Nabi
Hikayat kemudian juga mencatat sebuah peristiwa yang dikenal sebagai Hilful-Fudhul. Suatu hari datanglah seorang pedagang Yaman menjual barang-barang ke salah seorang yang paling penting di klan Sahm, salah seorang anggota Para Sekutu atau Ahlaf. Namun Sahm menolak membayarnya bahkan menuduhnya pencuri. Merasa dizalimi, siorang Yaman itu mengadu kepada ...
Bab III: Sehelai Kain Yang Mencegah Perang
Published Thursday, February 4, 2010 By admin. Under Sejarah Hidup Nabi
Sepanjang sejarah manusia, tidak ada bangunan dimuka bumi ini yang memiliki peran amat penting sekaligus menjadi rebutan banyak kekuatan besar disekelilingnya. Inilah bangunan dimana darah lebih banyak tumpah ketimbang menjumpai wajah-wajah tenang. Disini pula salah senggol bisa berakhir dengan tebasan parang di leher atau sebutir kurma menajdi sumber ...
Bab III: Menjadi Ayah Yang Penuh Cinta
Published Thursday, February 4, 2010 By admin. Under Sejarah Hidup Nabi
Dalam masyarakat Nomaden seperti bangsa Arab, perempuan dianggap faktor utama dalam hal perkembangbiakkan jumlah umat manusia. Sedangkan hal utama para nomadens itu bisa bertahan dan menang adalah kemampuan mereka mengontrol populasi sukunya. Karena, bahan pangan amat sulit didapat. Pada daerah gersang dan berpasir ini, sangat bisa dipahami bila ...
Bab III: Bulan Penuh Cinta
Published Thursday, February 4, 2010 By admin. Under Buku Muhammad Maulana Tags: Muhammad Maulana, Sejarah Hidup Nabi Muhammad
Namun Allah telah memiliki rencana yang sangat indah dalam hal perjodohan ini. Kendati tak seorangpun enggan mengambil menantu, jodoh Muhammad ternyata sungguh tak ternilai indahnya. Dialah Khadijah Binti Khuwailid yang berasal dari klan Asad, yang lebih berpengaruh dari klan Hasyim di awal abad ke 7.
Umurnya memang tidak lagi ...
