Archive for February, 2010

Bab IV: Matahari di tangan kananku! Bulan di tangan kiriku!

Bab IV: Matahari di tangan kananku! Bulan di tangan kiriku!
Tak seorangpun sanggup menghentikan atau sekedar membelokkan laju roda-roda cahaya Islam yang menggelinding dengan sangat cepatnya. Barisan kaum muslim makin banyak dan makin rapat. Hal ini semakin membuat frustasi orang-orang Quraisy. Mereka, sekali lagi bertemu dan aliansi ini sekali lagi membuat strategi baru. Namun kebuntuan menyelimuti mereka. Para senator merasa putus asa. Karena ... Full story

Bab IV: Siksa Saja Kami!

Setiap suku mulai menangkapi anggota mereka yang masuk Islam dan menahan mereka. Mereka melampiaskan kemarahan dengan mencambuk, tidak memberi makan dan minum atau dijemur pada saat terik matahari. Tapi, terhadap Sang Nabinya sendiri, mereka hanya bisa mencaci, memfitnah dan paling banter meludahi beliau atau melemparinya dengan kotoran unta. Tapi lebih dari itu, mereka tak berani ... Full story

Bab IV: Sayap Sayap Abu Thalib

Ketika Rasul Allah mengajarkan tentang konsep monotheisme atau hanya percaya satu Tuhan, kaum Quraisy masih menganggapnya hal yang biasa. Ini seperti orang Nasrani atau Yahudi atau juga Kaum Hanif. Mereka takk perduli karena buat mereka, menambah satu tuhan lagi, misalnya tuhan orang Nasrani, sungguh, mereka tidak keberatan. Tapi bila berhala mereka harus disingkirkan? Itu ide yang gila, menurut mereka. Itulah sebabnya dengan konsep ... Full story

Bab IV: Hamzah, Oh Hamzah!

Perseteruan kaum Qurasy dengan Rasulullah saw. dan para sahabat dan pengikutnya semakin keras dan gencar. Namun hal itu tidak dapat merintangi tersebarnya dakwah Islam dikalangan penduduk Mekkah. Dakwah yang menyatakan kebebasan manusia terhadap berbagai macam bentuk perbudakkan, baik itu budak hawa nafsu, berhala, harta maupun perbudakan terhadap sesama manusia. Hal inilah yang ditolak oleh mereka yang telah terbelenggu oleh kenikmatan dunia dan terbiasa dengan kemaksiatan. ... Full story

Bab IV: Ya Shabahah! Ya Shabahah!

Bab IV: Ya Shabahah!  Ya Shabahah!
Perjuangan harus berlanjut. Walau pun tidak mendapat hasil yang diinginkannya dari jamuan makan tersebut, Rasul tidak berputus asa. Ia tahu, peristiwa kemarin hanya sebagian kecil dari ujian yang akan dihadapinya dalam menjalankan misi ini. Kini ia memikirkan cara lain yang efektif dan efisien. Karena kali ini sasarannya tidaklagi hanya kaum kerabat ... Full story

Bab IV: Jamuan Makan Malam

Insiden kecil di bukit terpencil itu seakan pintu waduk yang membuka sedikit. Atau seperti palu yang membuat lubang kecil pada tembok. Namun hal itu menjadi isyarat penting bahwa setelah itu akan ada banyak lagi lubang-lubang yang menganga. Dan bukan Cuma palu yang bermain. Barangkali sebuah bandul besi tengah dipersiapkan disini. Untuk menghancurkan pertahanan kaum muslim. Insiden ini sudah pasti merisaukan ... Full story

Bab IV: Darah Pertama Kaum Muslim

Cukup mengejutkan ajaran Rasul bisa menarik hati banyak orang Quraisy. Lebih jauh lagi ajaran ini, dengan sangat ‘kejam’nya memisahkan bahkan menghancurkan sebuah ikatan inti, seperti keluarga. Banyak keluarga yang tercerai berai karena banyaknya hati yang mempertahankan ajaran Islam dengan keteguhan yang mengagumkan. Dasyat memang akibat yang terjadi bila hidayah telah turun dan mengendap dalam lubuk hati seorang manusia. Bila percikan spiritual ... Full story

Bab IV: Keluarga Yang Terpecah Pecah

Magnet Islam, mulai menyebar dengan sangat indahnya. Spora spiritual yang ditawarkannya segera disambut antusias bagi jiwa-jiwa yang kehausan. Konsep monotheis agama ini, sungguh menjadi pilar-pilar penggoda dalam membuka mata hati kaum Quraisy akan kebenaranan yang ditawarkannya. Tapi lebih dari itu, sesungguhnya, yang pertamakali dilihat dan disimak oleh orang-orang, tentu saja adalah siapa yang mengucapkannya. Sosok Rasul menjadi dayatarik pertama bagi mereka. ... Full story

Bab IV: Kabar Dari Langit

“Itulah anak muda dari klan Hasyim yang membawa kabar dari langit” ujar orang-orang Quraisy sambil menunjuk pada Rasul yang melewati mereka yang tengah duduk-duduk di sekitar Kabah. Pada mulanya reaksi mereka teramat biasa, seperti mereka biasa menanggapi para pendeta atau rahib yang berteriak-teriak di pasar malam Ukaz atau di sebuah bukit. Menyebarkan ajaran mereka. Mekah, sebagai pusat transit tentu tak bisa menutup ... Full story

Bab IV: Dakwah Rahasia

Embrio pertama sebuah masyarakat Muslim, telah dibentuk Rasul. Itulah keluarganya sendiri. Sebuah keluarga yang semula berpencar-pencar dalam hal kepercayaan kini disatukan Allah dalam satu ikatan kukuh. Mereka semua beriman kepada Allah dan Muhammad sebagai RasulNya. Betapa indahnya nuansa yang kini menyelimuti keluarga itu. Sebuah atsmosfer yang sudah lama sesungguhnya mereka rindukan. Kini mereka punya satu Tuhan yang sama yang ... Full story
Copyright © 2010 Muhammad SAW Teladanku. All rights reserved.
Powered by WordPress.org, Custom Theme.