Kemuliaan Rasulullah (2)

N. Nabi adalah Pemilik Wasilah.
‘Wasilah adalah tempat di surga yang hanya pantas ditempati oleh hamba Allah. Aku berharap agar aku menjadi salah satunya, maka barangsiapa yang memohon wasilah tersebut (agar diberikan) bagiku, niscaya dia akan memperoleh syafa’at (dariku)’ ‘Apabila kalian mendengar seorang muadzin mengumandangkan adzan, maka ucapkanlah (sambutan kalimatnya) seperti apa yang diucapkannya. Lalu bershalawatlah untukku. Karena barangsiapa yang tidak bershalawat (untukku) satu kali saja, niscaya Allah akan membalasnya dengan (imbalan seperti) sepuluh kali shalawat. Dan mohonlah wasilah kepada Allah bagiku, karena wasilah tersebut akan menjadi tempat bagi sang pendoa di surga’ (HR Muslim)

O. 70ribu Orang Akan Masuk Surga.
Tujuh puluh ribu orang dari umat Muhammad akan masuk surga tanpa hisab, dan tidak diberikan (keistimewaan ini) kepada umat lainnya.
‘Tuhanku menjanjikan kepadaku bahwa akan masuk surga di antara umatku sebanyak 70ribu orang tanpa harus terkena jerat hisab ataupun siksaan. Dalam setiap kelipatan seribu tersebut, terdapat 70ribu orang. Ditambah dengan 3 kecenderungan (kebijakan khusus) dariNya’ (HR Tirmidzi).
Mereka yang akan masuk surga tanpa dihisab adalah orang orang yang tidak mencuri, tidak bercerai berai, tidak mendendam dan kepada Tuhannya mereka bertawakal.

P. Telaga Al Kautsar. Didalam surga terdapat telaga Al Kautsar (nikmat yang banyak) yang dikaruniakan kepada Nabi dan Haudh (telaga) yang diberikan kepadanya saat sedang berada di mauqif (telaga yang berada sebelum Shiraathal Mustaqiim)

Q. Umat Terakhir. ‘Kami adalah umat terakhir dan terdahulu’ (HR Muslim). Keberadaan umat Muhammad adalah sebagai umat yang datang dengan urutan zaman yang paling akhir, tetapi paling awal untuk memperoleh kemuliaan dan keistimewaan.

R. Dihalalkannya Harta Rampasan Bagi Nabi.
Muhammad diberi keistimewaan dengan dihalalkannya (oleh Allah untuk menggunakan) harta hasil rampasan perang, yang dulunya tidak diperbolehka bagi siapapun. Termasuk nabi nabi sebelumnya. Dan kelak, barisan umatnya akan menyerupai barisan malaikat, bumi dijadikan sebagai masjid dan tanahnya suci. Keistimewaan ini membuktikan akan kemuliaan martabat beliau dan kasih atas umatnya. “Aku telah diberikan lima keutamaan yang belum pernah diberikan kepada seorang nabipun sebelumku. Aku diutus kepada seluruh umat, bumi dijadikan sebagai masjid dan tempat yang suci, dihalalkan (bagiku) harta rampasan perang. Sedangkan Nabi sebelumku tidak diperbolehkan. Aku akan ditolong dari ketakutan selama sebulan, musuh takut akan diriku selama perjalanan sebulan. Aku diperintahkan, ‘Mintalah, niscaya akan dikabulkan’. Lalu aku menangguhkan permohonan tsb sebagai syafa’at bagi umatku, dan insyaAllah (isi permohonan tsb) akan diberikan kepada siapa yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun” (HR Ahmad)

S. Keagungan Budi pekerti Nabi SAW.
Pujian Allah SWT terhadap akhlak dan budi pekerti Nabi Muhammad, seperti dalam firmanNya: ‘Dan sesungguhnya kamu benar benar berbudi pekerti yang agung’ (QS Al Qalam 68:4)

T. Macam macam Wahyu.
Allah telah berdialog dengan Nabi lewat 3 macam wahyu, yaitu:
a. Mimpi yang benar (mimpi yang sangat mendekati kenyataan sadar).
b. Berbicara langsung tanpa perantara
c. Melalui Jibril (lewat pesanNya).
Menurut beberapa ulama ada satu pola lagi, yaitu dengan cara meniupkan kedalam hati. Seperti dalam hadits berikut ini:
‘Sesungguhnya Jibril telah meniupkan wahyu kedalam hatiku. Dan seseorang tidaklah akan menemui kematiannya hingga waktu (ajalnya) tiba dan rezeki (yang menjadi haknya) telah cukup. Oleh karena itu, bertaqwalah kalian kepada Allah dan bersikap baiklah dalam segala usaha. Dan janganlah seseorang di antara kalian yang sekali sekali berbuat maksiat karena rezekinya agak terlambat. Karena Allah tidak akan menerima sesuatu dari hambaNya kecuali dengan jalan berbuat ta’at kepadaNya’

U. Amal dan Pahala Umat Muhammad.
Umat Muhammad, kendati amalnya lebih sedikit dari umat sebelumnya namun akan lebih banyak mendapat ganjaran dan pahala. ‘Perumpaan umat Islam, Yahudi dan Nasrani, seperti perumpamaan seseorang yang menyewa beberapa orang untuk mengerjakan satu tugas dalam sehari semalam dengan upah tertentu. Lalu mereka melaksanakan tugas tersebut hingga tengah hari, lantas mereka berkata, “Kami tidak butuh akan upah yang engkau janjikan kepada kami, dan (karena) ini adalah pekerjaan yang mustahill”. Majikan tsb menjawab, “Tidak, jangan kalian lakukan itu, lanjutkan sisa pekerjaan kalian dan ambillah upah kalian secara penuh”. Namun mereka tetap enggan dan meninggalkan pekerjaan tsb. Setelah itu sang majikan menyewa 2 orang lain (untuk menggantikan pegawai yg telah pergi tsb) dan berkata kepada mereka berdua: “Lanjutkan sisa pekerjaan hari ini dan kalian akan memperoleh upah yang saya janjikan kepada pekerja pekerja sebelumnya”. Lalu mereka bekerja. Hingga ketika tiba waktu Ashar, kedua pegawai tsb berkata, “Ambillah kembali pekerjaan ini, (karena) apa yang kami kerjakan adalah mustahil, dan ambillah upah yang kamu janjikan kepada kami” Sang majikan menjawab, “Lanjutkan sisa pekerjaan kalian, karena waktu siang yang tersisa hanya tinggal sebentar” Tapi mereka berdua menolaknya. Kemudian sang majikan kembali menyewa beberapa orang untuk melanjutkan sisa pekerjaan hari itu yang tinggal beberapa jam saja. Lalu mereka mengerjakan tanpa keluhan. Hingga matahari terbenam dan mereka menyelesaikan pekerjaan tsb kemudian memperoleh upah (gabungan) dari para pekerja sebelumnya. Demikianlah perumpaan mereka dan perumpaan yang mereka dapatkan dari cahaya (Islam)” (HR Bukhari)

V. Universalitas Rahmat Nabi Muhammad.
Allah telah mengutus Nabi Muhammad sebagai rahmat bagi seluruh alam. Sudah jelas bagi kita jika Nabi Muhammad tidak hanya diutus untuk satu kaum saja, seperti halnya nabi nabi sebelum nya. Tapi ajaran Islam yang dibawa Muhammad ditujukan untuk seluruh umat manusia. Tanpa kecuali. Seluruh mahkluk di muka bumi ini akan merasakan cahaya rahkmat yang ditebarkan nabi Muhammad.
W. Akhlak Nabi Muhammad.
Akhlak Muhammad dalam hal kesantunan, memaafkan, kesabaran, rasa syukur dan kelembutannya karena Allah SWT. Beliau tidak pernah marah karena egonya. Beliau selalu bersikap dengan akhlak mulia yang sempurna.
‘Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan budi pekerti yagn mulia’ (Hadist Rasulullah). Dan telah terukir ke-khusu’-annya, kesederhanaannya dalam hal makanan, pakaian, minuman, tempat tinggal dan keseluruhan aspek.

X. Kasih Nabi terhadap umatnya.
Nabi memiliki sikap yang lemah lembut. “Maka karena rahmat Allahlah kamu bersikap lemah lembut terhadap mereka” (QS Ali Imran 3:159). Namun sebaliknya Nabi Muhammad bersikap sangat keras terhadap orang orang kafir dan bersikap lemah lembut terhadap orang orang beriman. “Muhammad adalah utusan Allah dan orang orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang orang kafir tetapi berkasih saying sesama mereka” (QS Al Fath 48:29)
“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang orang mukmin” (QS At Taubah 9:128) Aisyah berkata kepada Rasulullah, ‘Apakah engkau pernah mengalami hari yang lebih dahsyat dari perang Uhud?’ Nabi Muhammad menjawab, ‘Aku telah mengalaminya dari kaummu dan hal yang paling berat aku alami dari mereka adalah saat terjadinya peristiwa hari Aqabah. Ketika aku sedang memperkenalkan diriku kepada Ibnu Abdu Ya Lail bin Abdu Al Kulal yang tidak diresponnya seperti yang aku kehendaki. Kemudian aku pergi dalam keadaan sedih hingga tiba di Qarn Ats-Tsa’alib. Lalu aku mendongakkan kepalaku, ternyata aku berada di bawah awan yang menaungiku. Dna kulihat Jibril berada di sana. Lalu dia memanggilku dan berkata, ‘Sesungguhnya Allah telah mendengar ucapan kaummu terhadap dirimu dan balasan mereka atas dirimu. Untuk itu, seorang malaikat (sebesar) gunung telah diutus kepadamu (yang siap) untuk diperintah sekehendakmu’ Lalu malaikat itu memanggilku dan memberi salam lalu berucap, “Wahai Muhammad! Sesungguhnya Allah telah mendengar ucapan kaummu terhadap dirimu, dan aku adalah malaikat (gunung) yang diutus Tuhanmu kepada dirimu (yang siap) untuk diperintah sesuai dengan perintahmu. Lalu apa yang kamu inginkan? Jika kamu menghendakinya, aku akan timpakan kedua buah gunung Akhsyabain ini”. Lalu Muhammad menjawab, “Tidak! Aku berharap agar Allah memunculkan dari anak cucu mereka yang menyembah Allah semata dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun’ (HR Bukhari, Muslim dan Abu Nu’aim)

Y. Kesaksian Umat Muhammad
Allah menempatkan umat Muhammad pada posisi sebagai hakim yang adil. Yakni ketika Allah mengadili seluruh hamba hambanya, kemudian ada beberapa umat yang pernah mengingkari akan menyampaikan risalah (oleh rasul rasul yang diutus kepada mereka), maka Dia akan megnhadirkan umat Muhammad untuk menjadi saksi bagi mereka bahwa sebenarnya rasul rasulNya tersebut telah menyampaikan risalahnya kepada mereka (namun mereka menolaknya). Dan keistimewaan ini belum pernah diberikan kepada nabi nabi sebelumnya. ‘Telah mendatangiku seorang nabi bersama dua orang pria, lalu datang seorang nabi lainnya bersama 3 orang (dan jumlahnya kurang lebih seperti itu). Lalu ditanyakan kepadanya, “Sudahkah kamu menyampaikan (ajaranmu) kepada kaummu?” Nabi tsb menjawab, “Ya, sudah” Lalu kaumnya dipanggil dan dikatakan kepada mereka. “Apakah dia (nabimu) telah menyampaikan ajaranNya kepada kalian?” Dan mereka menjawab, “Belum”. Lalu dikatakan kepada mereka, “Siapa yang akan bersaksi bagimu (atas ucapanmu)?” Mereka menjawab, “Muhammad dan umatnya”.
Lalu umat Muhammad pun dipanggil dan ditanya, “Apakah dia (nabi dari suatu kaum) telah menyampaikannya?”. Umat Muhammad menjawab, “Ya”
“Lalu, apa yang kalian ketahui tentang hal ini?”
“Nabi kami telah memberitahukan kami tentang hal itu bahwa para rasul telah menyampaikannya. Maka kami mempercayainya”
Itulah maksud dari firman Allah, “Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi (perbuatan) manusia dan agar rasul (Muhmamad) menjadi saksi atas (perbuatan) mereka” (HR Ibnu Majah)

Z. Keterjagaan Umat Islam
Umat Muhammad akan selalu benar benar terjaga dan terpelihara dari pengambilan keputusan (mufakat) yang didasarkan atas kesesatan. ‘Allah tidak akan mengumpulkan umatku dalam kesesatan selama lamanya dan ‘tangan’ Allah adalah bersama jamaah’. (HR Tirmidzi dan Hakim). Dan kitab suci Al Quran selalu terpelihara kendatipun seandainya orang orang terdahulu (awwalin) hingga sekarang (aakhiriin) semuanya bersepakat untuk menambah atau mengurangi satu kata saja dari Al Quran, niscaya mereka tidak akan sanggup. Seperti sangat jelas dan tidak dapat ditutup tutupi perubahan serta penyelewengan isi yang terjadi di dalam Taurat dan Injil.

AA. Perlindungan Allah SWT bagi umat Muhammad
‘Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adama (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban mereka, maka diterima salah satu dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Dia berkata (Qabil), “Aku pasti membunuhmu”. Berkata Habil, “Sesungguhnya Allah SWT hanya menerima (korban) dari orang orang yang bertaqwa” (QS Al Maa’idah 5:27)

BB. Ringkas dan Lugasnya Ucapan Nabi Muhammad.
Nabi Muhammad di utus dengan diberikan ucapan ringkas dan lugas. Beliau selalu meringkas hadist seringkas ringkasnya dan mengungguli seantero orang Arab dalam kefasihan serta keindahan ungkapannya. ‘Aku telah diberikan (karunia) perkataan yang diringkas dan lugas, dan (membuat segala ucapan) hadistku menjadi lebih ringkas’ ‘Aku diutus dengan ucapan yang ringkas dan lugas. Dan aku ditolong dari rasa ketakutan. Ketika aku sedang tertidur, aku telah diberikan kunci kunci kekayaan bumi dan aku meletakkannya di atas tanganku’ (HR Bukhari-Muslim)

CC. Keistimewaan Nabi SAW.
Seperti sebelumnya, Allah telah mengistimewakan Nabi Muhammad daripada Nabi dan RasulNya dari kalangan manusia, serta mengistimewakannya dari para utusan terpilihNya dari penduduk langit dan para malaikat. Akan tetapi manusia yang paling utama dan melebihi malaikat adalah ‘Sesungguhnya orang orang yang beriman dan beramal soleh, mereka itulah sebaik baiknya makhluk’ (QS AL Bayyinah 98:7)

About the Author

admin has written 1012 stories on this site.

-

Copyright © 2010 Muhammad SAW Teladanku. All rights reserved.
Powered by WordPress.org, Custom Theme.