Anas bin Malik r.a. meriwayatkan:
Cincin Rasulullah terbuat dari perak. Sedangkan mata cincin tsb adalah batu hitam Habsyi.
(HR Tirmidzi, Muslim, Nasa’i, Ahmad dan Ibnu Majah)
Ibnu Umar meriwayatkan:
Rasulullah membuat cincin dari perak. Beliau memfungsikan cincin itu sebagai stempel, bukan untuk digunakan.
(HR Tirmidzi dan Ahmad)
Anas bin Malik meriwayatkan:
1. Ketika Rasulullah hendak mengirimkan surat ke negara asing, beliau memperolah informasi bahwa negara asing tidak akan menerima surat yang tidak berstempel. Beliau pun memerintahkan untuk dibuatkan cincin. Maka saya seakan akan melihat warna putih cincin itu di telapak tangan beliau.
(HR Tirmidzi, Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Sa’d)
2. Tulisan (ukiran) yang ada di cincin Rasulullah adalah kata Muhammad (dalam huruf Arab) satu garis, kata Rasul (dalam huruf Arab) satu garis dan kata Allah (dalam huruf Arab) satu garis.
(HR Tirmidzi dan Bukhari)
3. Ketika Rasulullah hendak mengirim surat kepada Raja Persia, Raja Romawi dan Raja Najasyi, beliau mendapatkan informasi bahwa mereka tidak akan menerima surat yang tidak berstempel. Maka Rasulullah membuat cincin yang lingkarannya terbuat dari perak dan bertuliskan Muhammad Rasulullah.
(HR Tirmidzi dan Muslim)
Ibnu Umar meriwayatkan:
Nabi membuat cincin dari perak. Setelah beliau wafat, cincin itu digunakan oleh Abu Bakar, lalu Umar kemudian Utsman. Setelah itu cincin tersebut jatuh ke sumur Aris*. Cincin itu bertuliskan Muhammad Rasulullah.
(HR Tirmidzi, Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Nasa’i dan Ahmad)

